Data Lokasi Anda Ternyata Dijual oleh Para Developer Aplikasi Cuaca

Data lokasi dibutuhkan agar ponsel mendapat informasi akurat tentang apapun yang ada di sekitar kita, seperti prediksi cuaca misalnya. Anda pasti pernah mengirimkan data lokasi Anda ke seseorang, entah sengaja ataupun tidak. Contohnya fitur Share Location di WhatsApp. Fitur ini bermanfaat saat Anda ingin ketemuan dengan teman tapi tidak familiar dengan lokasi sekitar.

Tahukah Anda ternyata beberapa aplikasi yang ada di smartphone Anda mengirimkan data lokasi untuk tujuan komersial? Baru-baru ini sejumlah aplikasi perkiraan cuaca telah ketahuan menjual data lokasi penggunanya, tanpa ijin, secara ilegal, ke pihak ketiga.Menurut situs New York Times, kota Los Angeles menuntut aplikasi The Weather Channel karena telah menggunakan data penggunanya untuk tujuan yang tidak seharusnya. Data geolocation yang berisi informasi lokasi pengguna aplikasi ini, ternyata dikirimkan ke rekan perusahaan IBM dan pihak lain untuk tujuan komersil.

Selain The Weather Channel, dilansir oleh New York Times, pada tahun 2018 lalu, aplikasi cuaca lain yang ketahuan mengirimkan data lokasi penggunanya ke pihak ketiga adalah WeatherBug. Kedua aplikasi ini sama populernya dengan The Weather Channel dalam hal informasi cuaca.

Tahun 2017, menurut ZDNet, aplikasi cuaca AccuWeather juga ketahuan mengirimkan data lokasi pengguna untuk pihak ketiga. Namun yang ini lebih parah, karena saat penggunanya mematikan fitur berbagi data lokasi, aplikasi ini tetap mengambil data tersebut tanpa ijin.

Anda pernah mendengar tentang IMEI? IMEI alias International Mobile Equipment Identity adalah nomor unik yang mengidentifikasi smartphone Anda. Nomor ini biasa digunakan untuk menemukan smartphone yang hilang. Nah, menurut WSJ, baru-baru ini sebuah aplikasi cuaca bernama Weather Forecast menjual data seperti IMEI, alamat e-mail, dan data lokasi pengguna ke sejumlah subscriber berbayar.

Aplikasi-aplikasi tersebut adalah aplikasi yang cukup populer dan punya kredibilitas yang tinggi. Data yang dijual memang tidak membahayakan keuangan pengguna. Hanya saja, memberikan data pribadi tanpa ijin seperti ini bukanlah hal yang menyenangkan, kan.

Lalu bagaimana solusinya supaya data kita tidak disalah-gunakan? Semua aplikasi menjanjikan data pengguna akan aman, tapi kenyataannya tidak semuanya demikian. Para developer aplikasi memberikan pernyataan privasi yang punya nilai hukum, tapi sebenarnya, pernyataan itu dibuat untuk melindungi perusahaan mereka, bukan konsumen.

Solusinya adalah jangan menggunakan smartphone. Wah, nggak mungkin. Tapi mau bagaimana lagi. Sebagai pengguna, kita hanya bisa menyerahkan kasus seperti ini ke pihak-pihak yang menjaga privasi pengguna seperti App Store dan Play Store dari Apple dan Google.