9 Tips dan Trik Memilih RAM yang Benar

Komputer adalah benda yang paling rawan rusak. Letakkan di permukaan kasar, rusak. Nyalakan di ruangan panas, rusak. Bongkar pasang dengan komponen yang salah, rusak. Komponen yang paling sering salah dipilih pengguna awam adalah memori RAM. Gimana caranya supaya tidak salah memilih RAM untuk komputer Anda?

Kartu memori RAM adalah bagian komponen komputer desktop dan laptop yang paling mudah untuk di upgrade. Saat masih kuliah dulu, yang pertama kali saya bisa lakukan di komputer saya adalah mengganti kartu memori RAM.

Tanpa tahu apapun selain ukuran RAM yang 1GB atau 2GB. Saya tukar-tukaran kartu memori RAM dengan anak kos sebelah.

Supaya komputer tidak bermasalah, berikut 9 tips dan trik untuk Anda sebelum pergi ke toko komputer dan memilih RAM masa depan Anda.

#1 Ketahui Berapa Usia Komputer PC Anda

Salah satu tipe RAM adalah SDRAM. Singkatan dari Synchronous Dynamic Random Access Memory. Time RAM ini adalah tipe memori yang tersinkronisasi dengan kecepatan clock dari microprocessor komputer Anda.

Artinya, SDRAM bekerja dengan sangat efisien.

SDRAM lebih cepat dua kali lipat dari EDO RAM dan BEDO RAM. Plus tiga kali lipat lebih cepat dari FPM RAM.

Ada tiga versi SDRAM saat ini:

  1. SDR SDRAM. Tipe SDRAM paling dasar dan paling pertama muncul bertahun-tahun yang lalu.
  2. DDR SDRAM. Nama lainnya adalah DDR1 SDRAM atau Double Data Rate SDRAM. Kecepatannya dua kali lipat dari versi sebelumnya.
  3. DDR2 SDRAM. Tipe ini beroperasi dua kali lipat lebih kencang lagi.
  4. DDR3 SDRAM. Keseluruhan performa dan kecepatannya lebih oke dari yang lama.
  5. DDR4 SDRAM. Performa lebih maju untuk jaman komputer di tahun 2014.
  6. DDR5 SDRAM. Teknologi di versi ini masih dalam pengembangan. Baru dirilis tahun 2016 lalu dan kayaknya baru muncul di toko-toko tahun 2020 nanti. Katanya sih, versi yang ini lebih hemat energi dan punya kapasitas dan bandwidth dua kali lipat lebih besar.

Usia komputer menyesuaikan dengan versi RAM yang mau Anda pasang. Komputer tua dengan processor Intel Pentium 4 cocoknya pakai versi DDR2. Jangan malah beli yang DDR3.

Ga bakal cocok.

#2 Tentukan Berapa Ukuran RAM yang Anda Perlu

Saya menggunakan komputer untuk membangun aplikasi web dan desktop. RAM sebesar 8GB adalah yang paling optimal bagi saya. Sedangkan rekan kerja saya yang cuma pakai komputernya untuk Microsoft Word dan Excel saja, juga 8GB ukuran RAM-nya.

Tidak efisien dan boros namanya.

  1. 1-2GB. Komputer cuma mampu untuk browsing Internet dengan aplikasi browser Firefox, kalau Anda mau coba browsing dengan Safari sebaiknya jangan. Aplikasi Safari terlalu banyak butuh memori. Komputer juga bisa untuk kirim-terima email, dengerin musik, dan nonton video, kok.
  2. 2-4GB. Ini ukuran standar RAM di laptop jaman sekarang. Anda bisa pakai komputer untuk program pengolahan grafis sederhana (tentunya bukan Photoshop). Anda juga bisa main game grafis berat seperti Zuma.
  3. 4-8GB. RAM segini cocok untuk mahasiswa. Mereka bisa desain logo kaos dengan Corel Draw, edit video buat yang jadi Youtuber, dan main game online.
  4. 8-16GB. Ini ukuran yang wajib bagi seorang profesional seperti editor film, developer game, serta gamer yang banyak duit. 16GB adalah ukuran ram terbaik untuk game.

#3 Sesuaikan Ukuran RAM dengan Sistem Operasi Anda

Ukuran RAM menentukan performa sistem operasi sejak mulai dinyalakan. Ukuran RAM terlalu kecil, pastinya bikin lemot dan emosi. Ini daftar ukuran RAM dengan sistem operasi yang cocok untuk Anda:

  1. 1GB. Windows XP dan Linux Ubuntu sudah jadi takdir Anda.
  2. 2GB. Anda bisa belajar dengan Windows XP Professional.
  3. 3GB. Pernah dengar Windows Vista?
  4. 4GB. Pengguna Mac sudah diberi ukuran RAM segini sejak dari pabrik. Pengguna Windows 8 dan 10 juga akan puas dengan 4GB RAM.
  5. >4GB. Anda bisa pakai lebih dari 1 sistem operasi, gan. Terserah mau yang mana asal cocok dengan hardware komputernya.

#4 Apa Saja Aplikasi yang Sering Anda Pakai?

Anda seorang arsitek tapi pasang RAM cuma 2GB? Salah besar. Sebaiknya ditambah sampai 4GB atau 8GB supaya aplikasi AutoCAD Anda ga crash saat kerjaan belum kelar.

Beberapa aplikasi populer yang sering dipakai teman-teman saya adalah:

  1. Microsoft Office Word, Excel, dan Power Point. Kalau Anda pakai versi yang terbaru, butuh 4GB supaya aplikasi ini bisa jalan lancar.
  2. Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe InDesign. Ukuran 4GB sudah cukup, tapi sebaiknya diupgrade supaya aplikasinya terhindar dari crash.
  3. Google SketchUp, 3ds Max, dan AutoCAD. Jelas RAM 8GB sangat Anda perlukan. Kecuali kalau Anda masih mahasiswa, 4GB udah lumayan untuk ngerjain tugas-tugas kuliah.

#5 Cek Aplikasi Pemilihan RAM

Sebelum menentukan pilihan, saya selalu mengunjungi situs Crucial untuk lihat spesifikasi RAM yang direkomendasikan untuk saya.

Pada situs Crucial, ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk cek spesifikasi RAM Anda disana:

  1. Crucial Advisor Tool. Cara ini untuk Anda yang sudah tahu spesifikasi komputer Anda. Anda cuma perlu memasukkan informasi merk, tipe produk, dan model produk Anda saja.
  2. Crucial System Scanner. Kalau yang ini agak merepotkan bagi saya. Karena kita harus men-download aplikasi mereka dulu, baru mereka bisa bantu. Cocok untuk Anda yang mungkin masih gaptek.

Anda juga bisa menemukan beberapa kartu memori RAM PC terbaik di situs ini, lho.

#6 Perhatikan Spesifikasi RAM yang Anda Mau

Ada tiga performa RAM yang saya selalu sesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi komputer saya, yaitu:

  1. Kecepatan. Kecepatan RAM ditentukan oleh besarnya satuan MHz. Bagi saya, kecepatan RAM yang satu dengan yang lain tidak terlalu beda jauh. RAM 1866 MHz dengan yang 1333 MHz sama kencangnya.
  2. Latensi. RAM ditunjukkan dengan notasi angka, semakin kecil angka yang diperlihatkan artinya semakin bagus.
  3. Multi-Channel Kits. Perhatikan informasi pada motherboard Anda. Motherboard keluaran terbaru sudah bisa multi-channel memory. RAM yang seperti ini harus Anda sesuaikan dengan spesifikasi sistem komputer di rumah, ya.

#7 Hindari Merk Abal-Abal

Ada banyak sekali vendor memori RAM yang dijual di Indonesia. Merk RAM yang abal-abal memang terjual laris manis. Selain karena lebih murah, bentuknya pun ga jauh beda satu sama lain.

Memang menghemat duit, tapi tidak menjamin kalau komputer kita tidak kenapa-kenapa. Biasanya, pasti ada harga rendah untuk kualitas yang rendah.

Pilih RAM dengan merk yang sudah Anda cek peringkatnya Google. Cari dan lihat peringkat kualitas merk itu di situs-situs review. Berikut daftar merk RAM yang oke punya:

  • Corsair
  • Muskin
  • Kingston
  • OCZ
  • Gail
  • SKILL
  • ADATA

Bagi saya, merk ADATA, Kingston, dan Corsair adalah tiga merk kartu memori RAM DDR3 terbaik. Sedangkan merk Muskin, OCZ, dan Gail adalah merk RAM DD4 terbaik.

#8 DDR3 atau DDR4?

Saat ini ada dua tipe RAM yang sering membuat saya bingung mau pilih yang mana. Harga keduanya tidak terlalu berbeda jauh, sih.

Versi DDR4 memang yang terbaru, tapi belum tentu lebih oke dan lebih sesuai untuk komputer saya. Berikut perbandingan singkat dari dua tipe RAM yang lagi populer itu:

DDR3 vs DDR4
Fitur DDR3 DDR4
Kecepatan Transfer 1600MT/detik – 3200MT/detik 800MT/detik – 2133MT/detik
Kapasitas Memori 2-16GB 512MB – 8GB
Voltase 1.2V 1.5V

Slot kartu memori RAM DDR3 dengan DDR4 tidak sama dan tidak bisa Anda pasang gonta-ganti. Pilih tipe RAM yang sesuai dengan komputer Anda.

#9 Jangan Pasang Sendiri

Banyak orang yang awam tentang dunia IT tapi senang mengutak-atik komputer mereka. Kalau aja komputer itu sesederhana mainan LEGO sih gapapa.

Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal seperti kesetrum, komputer ga bisa nyala, atau bahkan meledak tiba-tiba. Sebaiknya jangan memasang kartu memori RAM Anda tanpa didampingi dengan ahlinya.

Kalau Anda membeli kartu memori RAM di toko komputer yang terpercaya, mintalah kepada mereka untuk memasang langsung di tempat. Kalau terjadi apa-apa saat mereka memasang, Anda berhak untuk komplain.

Lebih aman, kan.

Pertanyaan: Berapa ukuran RAM komputer Anda sekarang? Kalau cukup besar, apakah masih terasa lamban?