9 Cara Mudah Menghindari Virus Komputer Tanpa Ribet

Apakah Anda yakin bahwa komputer Anda telah aman dari virus dan malware? BrandonGaillee mengatakan bahwa di Amerika terdapat kerugian sebesar 4,55 juta dolar dikarenakan oleh virus komputer? Sedangkan menurut Vaksin.com, 11,2% dari total penyebaran virus dan malware di Indonesia adalah berbentuk Trojan. Trojan ini menyerang situs internet banking. Anda masih merasa aman bertransaksi dengan menggunakan internet banking di komputer? Cari tahu cara praktis menghindari virus komputer tanpa ribet berikut ini yuk!

#1 Perbaharui/update sistem operasi Anda

Apapun sistem operasi Anda, pastikan versi yang Anda miliki adalah versi yang paling terbaru. Mengapa? Para pengembang sistem operasi selalu memperbaiki celah keamanan pada produk-produk yang mereka luncurkan. Maka pastikan Anda mendapat perbaikan-perbaikan itu pada komputer Anda.

Virus komputer ganas selalu muncul setiap waktu dengan berbagai kemampuan. Jika sistem operasi Anda sudah jadul, maka bisa dipastikan komputer Anda rentan terhadap serangan virus dan malware yang terkini.

#2 Install software aplikasi Anti Virus/Malware

Ini adalah langkah pertama dan paling penting. Komputer yang tidak dilengkapi dengan sebuah software aplikasi Anti Virus akan menjadi 100% rentan terkena virus. Jangan sekali-kali menghubungkan komputer ini dengan flash drive ataupun Internet.

Anti Virus favorit saya adalah Avast. Apakah ini adalah anti virus komputer terbaik? Belum tentu. Namun, selama menggunakannya saya belum pernah kehilangan data penting ataupun kebocoran informasi di komputer saya. Saya sangat menyarankan untuk tidak hanya menggunakan versi gratisan saja, karena fitur pada versi premium cocok bagi Anda yang mementingkan keamanan komputer.

#3 Pastikan software Anti Virus selalu ter-update

Jika Anda menginstall Anti Virus yang “gratisan” di komputer, maka pastikan Anda selalu melakukan update dengan terhubung ke Internet. Anda harus melakukan ini secara manual, karena hanya Anti Virus yang berbayar yang di-update secara otomatis.

Efek virus komputer dapat ditekan dengan pembaharuan yang diberikan oleh pengembang Anti Virus yang Anda install.

#4 Scan/pindai komputer menggunakan Anti Virus secara rutin

Komputer yang telah di-install sebuah Anti Virus tidak serta merta dinyatakan aman dari virus, lho. Anda harus melakukan scan komputer Anda secara keseluruhan menggunakan Anti Virus itu.

Namun pastikan komputer sedang tidak digunakan ketika Anda melakukan proses scanning ini.

Jadwal saya untuk melakukan scanning komputer adalah setiap seminggu sekali di hari Sabtu. Karena di hari itu, saya tidak menggunakan komputer ini. Khusus di hari itu, komputer telah saya atur agar tidak off selama proses scan masih berlangsung.

#5 Pastikan koneksi Wi-Fi Anda aman dan terpercaya

Anda yang menggunakan koneksi Internet di rumah melalui Wi-Fi, pastikan Wi-Fi Anda telah aman dengan password. Anda dapat menggunakan metode enkripsi WEP, WPA atau WPA2 pada Wi-Fi Anda di rumah.

Saya lebih memilih menggunakan password dengan enkripsi WPA karena lebih aman dan sulit untuk dibobol. Jaringan Wi-Fi di rumah akan lebih aman apabila tidak di-broadcast. Artinya, seseorang tidak akan mengetahui bahwa di rumah Anda ada jaringan Wi-Fi jika tidak Anda beri tahu.

Jaringan W-Fi yang tidak di broadcast harus diakses secara manual dengan memasukkan informasi SSID dan password Wi-Fi tersebut di perangkat komputer. Memang agak ribet, sih. Tapi bagi saya ini adalah cara yang paling jitu untuk terhindar dari hacker.

#6 Hindari jaringan Wi-Fi yang bersifat Open

Jika Anda merasa data dan informasi di komputer Anda sangat penting, maka hindari menggunakan Wi-Fi di kafe, perpustakaan, atau di bandara. Wi-Fi di area tersebut adalah Open Wi-Fi dimana mereka seringkali tidak menggunakan password dan tidak menggunakan enkripsi.

Anda yang awam terhadap komputer saja bisa dengan mudah dan bebas menggunakan jaringan ini, apalagi mereka yang ahli terhadap komputer? Bayangkan apa yang bisa mereka lakukan terhadap komputer-komputer yang terhubung dengan jaringan yang beresiko seperti ini?

#7 Awas tautan/link berbahaya

Hati-hati dalam membuka tautan dalam email Anda. Jika melihat nama pengirim yang tidak dikenal, sebaiknya jangan membuka file attachment ataupun tautan di dalam email tersebut. Saya seringkali menemukan email seperti ini yang bertujuan untuk menyusupkan sebuah virus atau malware ke dalam komputer penerima email.

Lalu bagaimana dengan tautan di Facebook? Wah itu lebih gawat lagi. Cara menyebarkan tautan berbahaya menggunakan Facebook sudah sering saya jumpai. Begitu juga dengan tautan di Instagram, bahkan tautan grup WA (WhatsApp) yang terkenal dengan penyebaran berita hoax dan tautan-tautan tidak jelas asal-usulnya.

Yuk cari tahu serangan hacker melalui email di video berikut ini.

#8 Gunakan variasi password yang unik

Sudahkah Anda mengganti password atau PIN di ATM? Sebaiknya ganti PIN Anda setiap 3-6 bulan sekali. Para hacker senang menjebol rekening tabungan para nasabah yang jarang atau bahkan tidak pernah mengganti PIN. Pastikan PIN Anda bukanlah tanggal lahir Anda, ya.

Lakukan juga variasi pada password email dengan menyertakan huruf kapital, simbol, dan angka pada password. Saya melakukan variasi password ini terhadap akun email, situs sosial media, dan bahkan terkadang pada jaringan Wi-Fi di rumah. Keamanan privasi adalah nomor satu karena data penting yang terdapat pada email sangat beresiko untuk di-hack.

Para pengguna layanan CCTV menggunakan koneksi Internet juga wajib melakukan variasi pada password CCTV. Anda tidak ingin orang lain mengetahui situasi rumah Anda selama 24 jam penuh, bukan?

#9 Menghindari virus komputer dengan Backup file penting Anda

Langkah lainnya yang harus Anda lakukan agar data dan informasi di komputer Anda menjadi aman adalah melakukan backup. Backup data artinya membuat duplikat data Anda di tempat yang aman selain di dalam komputer.

Saya mempersiapkan sebuah hard drive eksternal khusus untuk menampung data-data penting hasil backup pada komputer saya. Data penting seperti foto dan dokumen tidak terlalu menghabiskan spasi di memori namun cukup berbahaya jika dibiarkan hanya tersimpan di komputer.

Pengen tahu bagaimana cara backup data di komputer? Simak video di bawah ini.

Banyaknya ancaman terhadap komputer dari Internet, flash drive, atau bahkan email bukan isapan jempol. Sudah banyak kasus terjadi dimana beberapa nasabah pengguna kartu kredit merasa seseorang menggunakan kartu kredit mereka tanpa ijin untuk membeli barang dengan transaksi dalam jumlah besar. Kejahatan seperti ini sudah bukan barang asing lagi. Apakah ini ada kaitannya dengan virus atau malware di komputer? Jelas sekali.

Yuk, lakukan pencegahan menjadi korban tindak kriminal cyber seperti ini dengan langkah-langkah di atas.

Jika Anda pernah merasa menjadi korban kejahatan cyber, kami sangat ingin mendengarkan cerita Anda di kolom komentar.

Featured Image: WallpaperUp