9 Cara Aman Dari Kejahatan Transaksi Kartu Kredit

Jaman semakin modern, dan semua hal jadi semakin mudah. Dulu kita hanya bisa membayar dengan uang lembaran dan koin. Kita bisa bayar di restoran, toserba, warung sembako, atau dimana saja. Kini kita bisa membayar dengan sebuah kartu. Kartu kredit dan debit. Transaksi kartu kredit memang asik dan Anda akan terlihat keren saat di kasir. Tapi ketahuilah, ada banyak kasus kejahatan transaksi kartu kredit di dunia, dan Indonesia Karena banyak orang sembarangan menggunakannya. Inilah 9 cara aman dari kejahatan transaksi kartu kredit.

#1 Sembunyikan Kartu Saat Transaksi di Kasir

Ketika Anda membayar barang belanjaan anda di kasir, jangan keluarkan kartu kredit Anda dari dompet sebelum kasir meminta pembayaran dimulai. Biarkan kartu tetap tersembunyi.

Saat mulai membayar, jangan berikan kartu ke kasir. Jaga agar kartu Anda tetap di tangan. Jika kasir memaksa memegangnya, batalkan saja pembayarannya.

Jika alat pembayaran kartu harus di gesek, tutup sisi depan dan belakang kartu kredit saat menggesek kartu. Informasi yang terlihat di sisi depan kartu sangat penting dan berbahaya jika diketahui orang lain.

#2 Simpan Bukti Pembayaran

Setelah melakukan gesek kartu di kasir, mbak-mbak kasir akan memberikan sebuah kertas berisi informasi transaksi yang baru saja Anda lakukan. Simpan baik-baik dan jangan sampai hilang.

Kertas bukti pembayaran ini bisa jadi bukti kuat jikalau terjadi transaksi ‘siluman’ setelah Anda berlalu dari kasir. Banyak kasus kejahatan kartu kredit terjadi karena kelalaian pengguna saat melakukan transaksi di kasir.

Anda bisa melaporkan hal ini ke pihak bank dengan membawa serta kertas bukti pembayaran terakhir yang Anda lakukan.

#3 Aktifkan Anti Virus Anda

Jaman sekarang tidak cuma laptop yang bisa dipasang anti-virus, smartphone dan tablet juga sudah bisa.

Anti-virus ga cuma melindungi Anda dari bahaya virus, tapi juga bisa memperkuat keamanan Anda saat mengakses Internet.

Internet adalah dunia yang sangat tidak aman bagi pengguna kartu kredit. Berselancar di Internet tanpa didampingi anti-virus bagaikan naik motor tanpa helm. Bahaya banget.

#4 Periksa Keamanan Situs E-Commerce

Sebuah situs e-commerce yang aman, punya ciri-ciri yang sangat mudah dikenali. Situs yang aman itu punya alamat situs yang diawali dengan teks https:// bukan http://.

Huruf S di https:// bermakna ‘secure’ alias aman. Kok bisa dikatakan aman? Ada sebuah sistem enkripsi disana yang bisa menjamin transaksi Anda.

Saya ga bisa bilang transaksi Anda 100% aman, karena masih banyak faktor lain yang bisa jadi celah kejahatan.

#5 Hindari Transaksi Online di Ruang Publik

Saat menggunakan kartu kredit untuk belanja di situs e-commerce, jangan lakukan di ruang publik. Ruang publik seperti kafe, bandara, restoran, ataupun kampus.

Kenapa? Karena saat Anda memasukkan informasi kartu kredit di situsnya, besar kemungkinan seseorang melihat informasi itu.

Mereka yang duduk di belakang Anda, ataupun mereka yang duduk menonton CCTV di sekitar Anda. Mereka bisa melihatnya.

Wi-Fi di ruang publik juga tidak aman untuk transaksi e-commerce. Seorang hacker bisa mengambil celah keamanan Wi-Fi dan mencuri informasi penting di smartphone, tablet, atau laptop Anda yang terkoneksi dengan Wi-Fi.

#6 Perbaharui Informasi Anda di Bank Kartu Kredit

Setiap bank pasti menyimpan data Anda, seperti data alamat, nama orang tua, nomor ponsel, dan sebagainya. Jika ada perubahan, segera beritahu pihak bank.

Misalnya Anda pindah rumah, perbaharui data alamat rumah baru Anda segera. Anda ganti nomor ponsel? Segera informasikan ke pihak bank, supaya jika kartu kredit Anda hilang, pihak bank tidak menghubungi nomor lama yang tidak Anda gunakan lagi.

#7 Kartu Hilang? Segera Hubungi Pihak Bank

Saat orang asing menemukan sebuah kartu kredit Anda yang hilang, menurut Anda kira-kira apa yang akan dia lakukan? Beli ponsel baru? Atau kembalikan ke pemilik?

Kalau itu adalah kartu debit, Anda masih bisa sedikit lega. Karna kalau ada yang mencoba melakukan transaksi, mereka harus tahu apa kode PIN Anda.

Lain hal kalau itu kartu kredit. Tinggal gesek kartu. Tanpa perlu kode-kodean.

Saat Anda sadar kartu Anda hilang, jangan menunggu, langsung hubungi pihak bank kartu Anda segera untuk melakukan pemblokiran.

#8 Biasakan Gunakan Uang Fisik

Saya lebih memilih menggunakan uang fisik saat transaksi di mall. Lembaran dan koin. Lebih tradisional. Alasan saya tidak menggunakan kartu kredit atau debit adalah supaya lebih berasa bayarnya.

Membeli barang dengan kartu debit atau kredit, ga berasa keluar duit, jadinya pengen beli, beli, dan beli lagi. Boros.

Supaya menghindari sifat tercela ini, uang lembaran jadi favorit saya. Ada rasa-rasa sedih saat bayar, nikmatnya tak tergantikan. Selain itu, transaksi lebih aman dan terjamin berapa uang saya yang berkurang.

Saya lebih sering menggunakan kartu kredit atau debit saat memang lupa bawa uang, atau uangnya kurang.

#9 Jauhkan dari Anak-Anak

Kartu debit dan kredit Anda harus dirawat dan dijaga. Terutama anak-anak.

Kartu itu terbuat dari bahan yang sensitif terhadap air, suhu, dan waktu. Hindari terkena air karena komponen di dalamnya bisa rusak.

Saat mentraktir temen di kafe, eh kartu rusak pas di kasir. Malu dong.

Kartu tersebut juga tidak boleh terlalu lama berada di ruangan yang suhunya panas. Saya sering melihat rekan kerja yang menyimpan dompetnya di bagasi motor. Saya berpikir, “Ini orang tahu ga sih seberapa panas bagasi motor. Mana motornya di parkir panas-panas gini.”

Semakin lama dan semakin sering digunakan, kartu bisa rusak juga. Sebaiknya saat ada lapisan kartu yang mengelupas, segera minta kartu yang baru ke pihak bank.

Kartu kredit atau debit memang mempermudah kita untuk bayar ini itu, terutama saat keadaan darurat. Lupa bawa uang, uangnya kurang, atau butuh dana cepat.

Gunakanlah kartu kredit dan debit Anda dengan bijak, dan dengan cara yang benar.