5 Hal Ini Wajib Dilakukan Sebelum Install Ulang Komputer Windows

Sistem operasi Windows lebih sering di-install ulang ketimbang sistem operasi MacOS. Macbook Pro yang saya gunakan lebih dari 5 tahun, baru di-install ulang sebanyak 5 kali. Sedangkan laptop Acer yang hanya berumur 2 tahun sudah bongkar muat Windows belasan kali.

Meng-install ulang komputer sendiri di rumah ataupun di toko komputer, hasilnya tidak akan jauh berbeda. Tapi ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan install ulang. Apa saja, ya?

#1 Apakah Harus Install Ulang?

Beberapa rekan kerja saya memutuskan untuk install ulang komputer mereka hanya karena hal-hal sepele. Ketika komputer sedikit lelet, langsung install ulang, padahal masalahnya adalah memori hard disk yang sudah penuh.

Ada yang alasannya karena internetnya mulai lambat. Sedangkan pada aplikasi browser yang digunakan sudah lama tidak di-update? Piye tho, mas mas.

Tanyakan kepada diri Anda dan ahli IT favorit Anda, apakah tidak ada solusi lain?

Ada cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat kinerja komputer Windows Anda. 9 Cara Jitu Supaya Komputer Windows Cepat Loading Tanpa Ribet bisa jadi panduan Anda untuk solusi komputer yang lelet itu.

#2 Back Up File-File Penting Anda

Di awal proses install ulang komputer, Windows akan menghapus seluruh file yang ada di dalam hard disk Anda. Iya seluruhnya, tanpa terkecuali.

Maka dari itu, sebaiknya buat sebuah daftar file-file penting yang harus Anda amankan ke sebuah hard disk eksternal atau media penyimpanan lain seperti Dropbox.

Ini contoh daftar file penting yang saya selalu ingat sebelum install ulang:

  1. File dokumen kuliah, seperti file tugas, proyek akhir, dan modul perkuliahan.
  2. File dokumen pekerjaan, seperti file scan ijasah dan dokumen pekerjaan lain.
  3. File musik. Jika Anda membeli musik digital di toko online seperti iTunes, maka segeralah lakukan back up file ini.
  4. File gambar. Anda pasti ga mau seluruh foto-foto selfie dan groufie yang sulit memilih yang bagusnya itu hilang, bukan?
  5. File master program. Jika Anda mengoleksi installer program seperti Adobe Photoshop atau program lain yang berukuran 1GB lebih, maka simpanlah ke hard disk eksternal.

#3 Catat Aplikasi yang Sering Digunakan

Setiap profesi punya aplikasi khusus, misalnya seorang desainer interior dengan Google SketchUp, vlogger dengan Adobe Premiere Pro, atau birokrat pemerintahan dengan Microsoft Office Word.

Saya memiliki belasan aplikasi wajib yang selalu saya gunakan selama proses mengajar di kampur. Jika ada satu saja aplikasi tidak ada, wah, mahasiswa bisa libur seharian.

Buat sebuah daftar aplikasi Anda untuk di-install kembali setelah komputer Windows Anda selesai di-install ulang. Tidak sulit dan sangat membantu untuk di kemudian hari, lho.

#4 Simpan Informasi login, password, dan pengaturan Anda

Saat mengunjungi situs web yang membutuhkan akun untuk mengakses, saya selalu menggunakan fitur ‘save my password’ agar saya tidak perlu repot-repot mengingat apa password saya di situs ini.

Sepertinya banyak orang yang melakukan hal yang sama, termasuk Anda bukan? Nah, sebelum meng-install ulang komputer Windows Anda, temukan dan simpan e-mail beserta password yang Anda gunakan untuk login di situs-situs favorit Anda.

Seluruh informasi e-mail dan password saya simpan di sebuah file Microsoft Office Excel. Saya membuat sebuah tabel yang berisikan informasi lengkap seperti nama situs, kategori situs, e-mail login, sekaligus password-nya.

Sebaiknya simpan file Excel ini di media penyimpanan cloud seperti Dropbox atau Google Drive. Jika Anda menyimpannya di komputer yang akan di-install ulang, maka musnahlah file ini nantinya.

#5 Reset Windows Anda

Apakah alasan Anda meng-install ulang Windows karena ingin menjualnya? Jika Anda tidak ingin calon pembeli menemukan file peninggalan Anda di komputer ini (terutama file foto narsis yang memalukan itu), sebaiknya lakukan perintah reset Windows segera.

Perintah ini digunakan untuk menghapus seluruh file-file selain file sistem sehingga komputer Anda menjadi ‘fresh’ layaknya bayi yang baru lahir.

Anda bisa melakukannya di Windows 8 dan 10 saja.

Pada Windows 8, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka aplikasi Settings.
  2. Pilih Update & Recovery.
  3. Klik Recovery.

Sedangkan jika Anda menggunakan Windows 10, langkah-langkahnya sedikit berbeda:

  1. Buka aplikasi Settings.
  2. Pilih ikon Update & Security.
  3. Klik tab Recovery.
  4. Pada bagian bawah Reset this PC, klik perintah Get Started.
  5. Kemudian pilih Remove everything untuk menghapus seluruh file Anda.

Anda bisa memilih perintah Keep my Files untuk alternatif install ulang Windows tanpa kehilangan data penting Anda.

Langkah ini juga bisa jadi alternatif jika Anda ingin komputer Anda kembali gesit tanpa harus repot-repot meng-install ulang.

Kesimpulan

Install ulang Windows disebut-sebut adalah jalan pintas bagi komputer yang lemot. Kenyataannya tidak, ada cara-cara lain yang bisa dilakukan. Cara yang praktis dan sederhana.

Menyimpan file penting, password, dan melakukan reset bisa memudahkan proses install ulang Anda. Pertimbangkan mana file yang harus Anda backup dan mana yang sebaiknya dimusnahkan.

Langkah terakhir adalah mulai meng-install ulang komputer Windows Anda. Ada Cara Mudah Install Ulang Komputer Windows dengan Flash Drive untuk Anda yang ingin melakukan sendiri di rumah. Simple dan tidak ribet.

Asalkan sistem operasi Windows Anda bukan bajakan, meng-install ulang bukanlah perkara yang menakutkan.

Featured Image: bgr